JOMBANGKAB_DINKOPUM - Rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Kabupaten Jombang ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Minggu (2/8/2026). Setelah sejak pagi masyarakat mengikuti senam massal, jalan sehat, bazar UMKM, pasar murah, dan berbagai perlombaan, malam harinya kegiatan berlanjut dengan forum diskusi yang membahas strategi penguatan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. FGD tersebut mempertemukan akademisi, pemerintah, pengurus koperasi, dan sejumlah pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah pengembangan KDMP di Jombang.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, menegaskan bahwa desa merupakan fondasi utama pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia yang memiliki lebih dari 74 ribu desa memiliki potensi besar dalam penyediaan pangan, energi, budaya, dan sumber daya manusia. Namun, potensi tersebut harus didukung peningkatan produktivitas, inovasi, kualitas SDM, digitalisasi, kelembagaan yang kuat, serta akses pasar yang lebih luas agar desa mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam diskusi, Prof. Yus menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat menjual barang, melainkan harus mampu mengelola rantai ekonomi dari hulu hingga hilir. Sejumlah tantangan yang masih dihadapi KDMP di Jombang turut menjadi perhatian, di antaranya pengelolaan komoditas yang masih berada di bawah Agrinas selama masa transisi, keterbatasan fasilitas sekretariat, hingga kebutuhan penguatan kelembagaan. Meski demikian, peserta forum sepakat bahwa berbagai kendala tersebut harus dijawab melalui kolaborasi dan komitmen bersama agar koperasi dapat berkembang sebagai motor ekonomi desa.

FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Jombang, antara lain memperkuat pembinaan dan pendampingan KDMP, memperluas akses pembiayaan melalui perbankan, meningkatkan koordinasi dengan Agrinas, serta menghadirkan regulasi yang mendukung pertumbuhan koperasi. Forum juga mengapresiasi peluang kerja sama dengan Perumdam Tirta Kencana Jombang, Pegadaian, dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai mitra strategis pengembangan koperasi. Ketua Panitia Harkopnas 2026, Ahmad Shodiq, berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan nyata sehingga Koperasi Desa Merah Putih mampu berperan sebagai penggerak ekonomi desa di Kabupaten Jombang.