Sarasehan Hari Koperasi Jombang ke-72
3 September 2019

Sebanyak 200 orang insan dan penggerak koperasi di kabupaten Jombang mulai dari pengurus, pengawas, manajer, karyawan Koperasi di Jombang, baik dari KUD, KPRI, PKPRI, KOPWAN, KOPKAR,KOPTAN KSP, KSU, KEPPONTREN, KSP POLA SYARIAH mengikuti sarasehan perkoperasian dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke 72 tahun 2019, yang mengambil tema “Revitalisasi Kelembagaan Koperasi Aktif Menuju Koperasi Sehat Usaha Mikro Kuat”.

Tujuan dilaksanakannya sarasehan ini diantaranya untuk meningkatkan optimalisasi gerakan koperasi di Kabupaten Jombang, mendorong perekonomian di Jombang. Gerakan Koperasi di Kabupaten Jombang diharapkan bisa menumbuhkan pelaku wirausaha baru dan pengusaha yang telah ada.

Sarasehan yang dibuka oleh Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab tersebut digelar di Pendopo Pemkab Jombang (3/9/2019) pagi. Wakil Bupati Jombang, Sumrambah juga hadir selaku narasumber, bersama denganImam Sutrisno, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Provinsi Jawa Timur.

Disampaikan oleh Bupati Jombang, bahwa dari 831 Koperasi di Jombang yang aktif, saat ini masih sekitar 665 unit.Untuk itu Bupati Mundjidah Wahab mendorong untuk segera merehabilitasi, dengan melakukan penguatan sistem database koperasi, kelembagaan dan menyehatkan koperasi yang masih lemah. “Bagaimanapun koperasi sebagai soko guru perekonomian harus bisa kuat, mengakar menjadi akar budaya ekonomi bangsa, dan harus sesuai dengan kebutuhan saat ini dan kekinian”, tutur Bupati Jombang.

Koperasi harus mengikuti perkembangan jaman, artinya diera digital ini harus diimbangi oleh gerakan koperasi dengan merangkul generasi milenial yang saat ini jumlah mereka telah mencapai sepertiga dari totalitas penduduk Indonesia.

“Saya berharap agar pengelolaan koperasi dilakukan lebih profesional, demokratis, dalam usaha dan kegiatan yang banyak menyentuh kebutuhan masyarakat tanpa menghilangkan jati diri koperasi itu sendiri, dengan melibatkan generasi milenial yang melek teknologi informasi di tengah era revolusi industri 4.0. Sebab perkembangan IT dunia yang sangat cepat dan canggih, khususnya lewat bisnis online yang semakin marak saat ini harus menjadi peluang dan kekuatan koperasi”, tutur Hj. Mundjidah Wahab Bupati Jombang.

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah selaku narasumber dalam paparannya mendorong para insan dan penggerak Koperasi untuk melakukan Reformasi Total Koperasi Di Era Revolusi Industri 4.0 sebagaimana tema Nasional.
“Sebagaimana kita maklumi bersama, saat ini kita tengah berada pada era dimana digitalisasi mewarnai kehidupan industri yang merembet pada perilaku keseharian masyarakat. Disadari atau tidak, Koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang handal yang didasari oleh tekad untuk siap berubah dalam mensikapi tantangan kekinian.Tantangan baru yang dihadapi oleh dunia perkoperasian kita, tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi semata, namun menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola. Dalam konteks itu, maka koperasi harus melakukan reformasi total terhadap sistem kepranataan yang sudah berjalan selama ini.

Reformasi total yang telah dijalankan dalam rentang waktu lima tahun terakhir ini, pada dasarnya mendorong koperasi untuk dapat beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa berjalan dinamis. Insan koperasi disiapkan untuk mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya”, papar Wakil Bupati Sumrambah.

Tim Web Dinkopum/humas